IMPLEMENTASIKAN PROTOTIPE TEKNOLOGI SMART ENVIRONMENTAL CONTROL BERBASIS IoT, UPB MAMPU YAKINKAN PETANI MELON MEMPEROLEH HASIL PANEN OPTIMAL

Program Studi Agribinsis dan Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Putra Bangsa berhasil membangun teknologi terapan bernama Smart Environmental Control (SEC) berbasis IoT untuk kegiatan budidaya tanaman melon dalam rumah kaca. Teknologi tersebut berfokus pada pengaturan lingkungan tumbuh optimal untuk tanaman melon yang dilakukan secara otomatis (smart system). Teknologi SEC memungkinkan petani untuk melakukan kegiatan budidaya melon secara presisi, artinya memberikan pupuk dan air irigasi sesaui kebutuhan tanaman, sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, baik sumber daya finansial ataupun sumber daya manusia.

Tenaga Ahli sekaligus dosen Universitas Putra Bangsa di bidang Agribisnis, Imade Yoga Prasada, S.P., M.Sc. menyatakan bahwa pengembangan sector pertanian secara presisi sangat diperlukan dalam rangka menghadapi berbagai tantangan nyata di level petani, seperti keterbatasan sumber daya dan tantangan perubahan iklim yang dapat menghambat pertumbuhan optimal tanaman. Oleh karena itu, teknologi SEC menjadi jawaban cerdas dalam meningkatkan efisiensi di level petani.

Saat ini (8 Maret 2025) usia tanaman sudah mencapai angka 26 HST (Hari Setelah Tanam), artinya teknologi SEC sudah diterapkan selama 26 hari pada kegiatan budidaya tanaman melon. Proses budidaya menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, tanaman dapat tumbuh dengan baik melalui pemberian nutrisi tanaman secara presisi. Hal tersebut terlihat dari jumlah daun, diameter batang, hingga tinggi tanaman yang optimal.

Lebih lanjut, tenaga ahli pembuatan teknologi SEC sekaligus dosen Universitas Putra Bangsa, Awaludin Abid, S.Kom., M.Kom. menekankan bahwa meskipun pembuatan teknologi merupakan bentuk investasi, artinya membutuhkan biaya diawal untuk pembuatan alat, tetapi teknologi yang dapat diimplementasikan dengan baik dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam kegiatan budidaya melon dan dalam upaya menarik minat generasi muda untuk berpartisipasi di bidang pertanian. Ketua Pelaksana dari UPB Dr. Gunarso Wiwoho, S.E., M.M. juga menambahkan bahwa investasi untuk pembuatan teknologi sangat murah jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh petani dari penggunaan teknologi tersebut.

Seorang petani, yang merupakan penanggung jawa rumah kaca di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Sarwan menuturkan bahwa petani sangat terbantu dengan adanya teknologi SEC ini. Bahkan, melihat pertumbuhan tanaman yang sangat baik, petani menjadi optimis bahwa panen mendatang dapat memberikan hasil yang melimpah.